HOTLINE

081 212 303 776

: cs@starjasa.com 081 589 33 776 Perum Tiara Indah B2 Mutihan Rt 01 Wirokerten Banguntapan Bantul
Star Jasa
SHARE :

TEMPAT INVESTASI YANG PALING TEPAT BAGI PEMULA

16
02/2021
Kategori : Company
Komentar : 0 komentar
Author : admin


Ada lima jenis investasi yang umum dilakukan masyarakat. Masing-masing memiliki perbedaan yang mendasar. Baik tentang modal yang dibutuhkan, tingkat pengembalian modal, jangka waktu yang dibutuhkan agar modal kembali, risiko kerusakan atau kehilangan, juga tingkat likuiditasnya. Maka dari itu, apabila kita ingin berinvestasi, sebaiknya kita pelajari dahulu jenis-jenis investasi beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Agar kita tidak terjebak dengan permasalahan lanjutan akibat minimnya pengetahuan tentang investasi.

  1. Deposito
    Deposito merupakan salah satu jenis investasi yang mirip sekali dengan tabungan biasa di bank. Keuntungan yang diperoleh pun tidak beda jauh dengan bunga di bank. Perbedaannya hanya terletak pada waktu pengambilan atau likuiditasnya. Kalau tabungan biasa bisa diambil sewaktu-waktu saat kita membutuhkan tanpa ada potongan biaya. Sedangkan deposito bisa juga diambil, tapi kita bisa kena pinalty atau denda karena melanggar pejanjian untuk menyimpan uang kita selama jangka periode tertentu. Jadi intinya tidak bisa diambil sewaktu-waktu sesuai keinginan kita. Pencairan dananya harus sesuai tanggal yang tertera, tidak boleh kurang tidak boleh lebih kalau kita tidak ingin didenda.
  2. Saham
    Saham secara ringkas biasa disebut sebagai dokumen tanda kepemilikan suatu perusahaan. Tidak harus utuh dalam membeli saham sebuah perusahaan untuk dimiliki, tapi saham bisa dibeli dan dibagi dalam satuan lot (satuan saham). Tentunya, perusahaan yang bisa dibeli sahamnya adalah perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Memiliki saham, terkenal bisa memberikan keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat bagi pemiliknya. Tapi saham sendiri termasuk jenis investasi yang high risk return. Artinya, selain memberikan keuntungan yang tinggi, investasi dalam bentuk saham juga bisa memberikan risiko kerugian yang tinggi.
  3. Properti
    Investasi dalam bentuk properti ini beraneka ragam wujudnya, bisa berbentuk rumah, apartemen, gedung, ruko, lahan pertanian, dan sebagainya. Namun seingat saya, para ahli keuangan ada yang menyebutkan bahwa rumah untuk tempat tinggal pribadi bukan termasuk dalam investasi. Karena properti yang digunakan untuk tempat tinggal, termasuk ke dalam pemenuhan kebutuhan pokok manusia.

Investasi properti sama-sama menjanjikan keuntungan yang besar seperti halnya investasi di saham. Mengapa demikian? Karena semakin lama, jumlah penduduk semakin bertambah, sedangkan luas tanah untuk tempat tinggal dan tempat bekerja, juga untuk infrastuktur lainnya, cenderung tetap. Sehingga menjadikan harga properti semakin naik. Kecuali jika ada faktor-faktor tertentu di luar jangkauan investor yang bisa menyebabkan terjadinya penurunan harga properti. Seperti terjadinya kerusakan akibat adanya bencana alam, ini lain lagi.

  1. Reksa dana
    Jenis investasi yang satu ini memudahkan para investor yang tidak memiliki waktu dan keahlian untuk berinvestasi secara langsung. Jadi reksa dana ini merupakan jenis investasi yang menjadi tempat berkumpulnya banyak investor. Karena di dalam reksa dana, sudah tersedia pola-pola tertentu yang dikelola oleh manajernya.

Di reksa dana juga telah tersedia beberapa pilihan jenis investasi yang bisa dipilih oleh investor, antara lain: reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang. Tapi jangan salah, saham yang dimaksud disini bukan dalam bentuk investasi saham secara langsung. Melainkan melalui reksa dana yang memiliki manajer tersendiri. Dimana saham jenis ini jelas berbeda dengan berinvestasi saham secara langsung.

  1. Emas
    Terakhir ada investasi emas yang terkenal sejak zaman sebelum masehi. Dari perjalanannya yang sangat panjang, emas telah mengalami berbagai bentuk perubahan dalam proses produksinya hingga kegunaannya.

Membeli emas bisa dalam bentuk koin Dinar atau perhiasan yang digunakan untuk berhias. Sehingga emas sejak dulu digemari oleh wanita. Walaupun membeli emas perhiasan sebenarnya bukan tergolong berinvestasi karena ada biaya fabrikasinya, tetapi para wanita tetap senang membelinya dengan alasan berhias sambil menabung.

Seiring perkembangannya, hadirlah bentuk investasi berupa emas batangan dengan cap dan tanpa cap. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun demi alasan keamanan, saya lebih menyarankan untuk membeli emas batangan dengan cap.

Kabar gembira di era digitalisasi sekarang, kita bisa membeli berbagai jenis investasi termasuk emas batangan ini dengan sangat mudah. Cukup membuka laptop atau smartphone, kita sudah bisa berinvestasi dalam berbagai pilihan yang tersedia. Yup, berinvestasi di zaman sekarang bisa dilakukan secara online.

Berita Lainnya

8
05/2021
16
02/2021
15
02/2021
15
02/2021
15
02/2021


Tinggalkan Komentar